Tafsir Surat At-Tahriim (Bagian 2)

Tafsir Surat At-Tahriim

At-Tahriim, Ayat 6-8

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ، يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ، يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (6) Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu kerjakan (7) Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (8)

Pendidikan Adab Dan Agama Kepada Keluarga

‘Ali bin Abi Thalhah menuturkan dari Ibnu ‘Abbas Radiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Firman-Nya, { قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا} ‘Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka’, yakni ajarilah mereka untuk taat kepada-Nya dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Dan perintahkanlah kepada keluarga kalian untuk berdzikir agar Allah menjauhkan mereka dari api Neraka.”

Mujahid berkata, “Firman-Nya, Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka,’ yakni bertakwalah kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala dan berwasiatlah kepada keluarga kalian agar bertakwa kepada-Nya.’ Sementara itu Qatadah berkata, “Hendaklah engkau memerintahkan mereka untuk taat kepada Allah, dan melarang mereka bermaksiat kepada-Nya. Hendaklah engkau menjalankan hukum Allah kepada mereka, serta memerintahkan dan membantu mereka untuk melaksanakannya. Apabila engkau melihat mereka bermaksiat kepada Allah maka peringatkan dan laranglah mereka.” Demikian pula yang dikatakan adh-Dhahhak dan Muqatil, “Merupakan ke- wajiban seorang muslim untuk mengajari istrinya, kerabatnya, budak perempuan dan laki-lakinya, apa-apa yang diwajibakan dan dilarang Allah kepada mereka.”

Ayat ini semakna dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dari ar-Rabi’ bin Sabrah, dari bapaknya, ia mengatakan bahwa Rasulullah telah bersabda:

مُرُوْا الصَّبِيَّ بِاالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ، فَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا

“Perintahkanlah anak kecil untuk shalat jika telah berumur tujuh tahun. Apabila dia telah berumur sepuluh tahun, perintahlah mereka dengan pukulan.’ Ini adalah lafazh Abu Dawud, dan at-Tirmidzi berkata, Ini adalah hadits hasan.”

Malaikat Dan Bahan Bakar Jahannam

Firman-Nya, {وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ} “Yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”Lafazh waquud artinya kayu bakar, yakni kayu bakar Neraka, di mana tubuh manusia akan dilemparkan kepadanya.

Firman Allah Subhanallahu wa ta’ala, { وَالْحِجَارَةُ} “Dan batu.” Ada yang mengatakan, yang dimaksud dengannya adalah berhala-berhala yang pernah disembah, berdasarkan firman Allah Subhanallahu wa ta’ala, { اِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ حَصَبُ جَهَنَّمَۗ} ‘Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam.'(QS. Al-An- biyaa’: 98) Ibnu Mas’ud, Mujahid, Abu Ja’far al-Baqir dan as-Suddi berkata, “Itu adalah batu belerang.” Mujahid menambahkan, “Lebih busuk dari bangkai.”

Firman-Nya, { عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ} “Penjaganya Malaikat-Malaikat yang kasar, yang keras,”yakni berperangai kasar karena mungkin kasih sayang di hati mereka telah dicabut untuk orang-orang kafir. Firman-Nya, { شِدَادٌ} “yakni postur mereka sangat ke ras, besar dan menakutkan.

Firman-Nya, { لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ} “Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” yakni segera melaksanakan perintah Allah tanpa ditunda-tunda sekejap pun, dan mereka mampu melakukannya, tidak lemah dari menjalankannya. Mereka adalah Malaikat Zabaniyah. Semoga Allah melindungi kita dari kebengisan Malaikat tersebut.

 

Permohonan Maaf Orang Kafir Ditolak Pada Hari Kiamat

Firman-Nya, { يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ } “Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan,” yakni pada hari Kiamat dikatakan kepada orang-orang kafir, “Janganlah mengemukakan alasan karena pasti tidak akan diterima, dan kalian hanya akan menerima balasan atas perbuatan yang telah kalian lakukan, karena pada hari ini balasan akan diberikan sesuai dengan perbuatan.”

Anjuran Untuk Bertaubat Semurni-Murninya

Kemudian Allah Subhanallahu wa ta’ala berfirman, { يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا } “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya,” yakni taubat yang sebenarnya, disertai dengan tekad Taubat seperti ini pasti akan menghapuskan segala keburukan yang pernah dilakukan, dan akan menghimpun kembali urusan-urusan yang bulat. nya yang telah hancur, serta akan mencegahnya dari perbuatan-perbuatan yang hina dan rendah.

Firman-Nya, { عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ } “Mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” Kata-kata harapan (mudah-mudahan) yang ada pada setiap firman Allah mengandung arti pasti terbukti, (berbeda dengan harapan yang dikatakan seorang hamba).

Firman Allah Subhanallahu wa ta’ala, { يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ } “Pada hari ke- tika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia, “yakni tidak menghinakan mereka pada hari Kiamat. { نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ} “Sedang cahaya mereka meman- car di hadapan dan di sebelah kanan mereka,” seperti yang dijelaskan pada tafsir surat al-Hadiid (yakni ayat ke 12).

Firman Allah Subhanallahu wa ta’ala , { يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ } “Sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu.”Mujahid, adh-Dhahhak, al-Hasan al-Bashri dan yang lainnya berkata, “Inilah yang dikatakan oleh mukmin ketika melihat cahaya orang-orang munafik itu mati.”

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari seorang laki-laki dari Bani Kinanah, ia berkata, “Pada tahun Fat-h (pembebasan kota Mak- kah) saya shalat di belakang Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan saya mendengar beliau bersabda:

اَللهُمَّ، لَا تُخْزِنِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ya Allah, janganlah Kau hinakan diriku pada hari Kiamat.”

 

At-Tahriim, Ayat 9-10

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْۗ وَمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ، ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّامْرَاَتَ لُوْطٍۗ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِيْنَ

“Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali (9) Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (10)

Perintah Memerangi Orang-Orang Kafir Dan Munafik

Allah Subhanallahu wa ta’ala berfirman memerintahkan Rasul-Nya untuk memerangi orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Yang satu dengan menggunakan senjata dan peperangan, sedang yang satu lagi dengan menegakkan hukum-hukum Allah Subhanallahu wa ta’ala. { وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ } “Dan bersikap keraslah terhadap mereka,” yakni di dunia. { وَمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ }

“Tempat mereka adalah Neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-bu- ruk tempat kembali,” yakni di akhirat.

Orang Mukmin Tidak Bermanfaat Bagi Orang Kafir Di Sisi Allah, Betapapundekatnya Hubungan Kekerabatan Mereka

Kemudian Allah Subhanallahu wa ta’ala berfirman, { ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوا } “Allah memberikan perumpamaan kepada orang-orang kafir,” yakni dalam berinteraksi dengan orang-orang mukmin. Hal itu takkan bermanfaat bagi mereka selama keimanan belum terpatri di dalam diri mereka. Kemudian Allah menyebutkan perumpamaan itu seraya berfirman, { امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّامْرَاَتَ لُوْطٍۗ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ } “(Yaitu) istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba shalih di antara hamba-hamba Kami” yakni kedua Nabi dan yang Rasul yang menemani mereka siang dan malam, memberi makan keduanya, bercampur di malam hari dengannya, dan mempergauli mereka dengan sangat akrab.

Firman Allah Subhanallahu wa ta’ala, { فَخَانَتٰهُمَا } “Lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya,” yakni tidak seiman dengan mereka berdua dan tidak membenarkan risalah yang mereka bawa. Semua itu sama sekali tidak dapat membantu mereka dan kedekatan itu tidak akan mampu mencegah murka Allah kepada keduanya.

Oleh karena itu Allah Subhanallahu wa ta’ala berfirman, { فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا } “Maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah,” yakni karena kekafiran mereka. { وَّقِيْلَ} “Dan dikatakan (kepada keduanya),” yakni kepada kedua istri itu, { ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِيْنَ } “Masuklah ke Neraka bersama orang-orang yang masuk (Neraka).”

Yang dimaksud berkhianat dalam firman-Nya, { فَخَانَتٰهُمَا } “Lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya,” bukanlah pada perbuatan keji, melainkan pada agama, karena istri-istri para Nabi itu ma’shum (terjaga) dari perbuatan keji, berkat kehormatan para suaminya. Demikianlah yang telah dijelaskan pada surat an-Nuur.

Al-‘Aufi berkata, “Bersumber dari Ibnu ‘Abbas Radiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan bahwa pengkhianatan mereka berdua adalah karena mereka tidak seagama dengan suami mereka. Istri Nuh mengintip dan menyebarkan rahasia suaminya. Apabila salah seorang beriman kepadanya maka dia akan melaporkannya kepada penguasa saat itu. Adapun istri Luth kejahatannya adalah apabila ada orang yang bertamu kepada suaminya maka dia akan mengabarkannya kepada penduduk kota tersebut yang memiliki kebiasaan homoseksual.”

 Adh-Dhahhak menuturkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Istri para Nabi tidak ada yang melakukan perbuatan keji. Adapun pengkhianatan mereka berdua adalah pada agama. Demikian pula pendapat ‘Ikrimah, Sa’id bin Jubair, adh-Dhahhak dan yang lainnya.”

 

At-Tahriim, Ayat 11-12

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ، وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرٰنَ الَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهٖ وَكَانَتْ مِنَ الْقٰنِتِيْنَ

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,” (11) dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.” (12)

Orang Kafir Tidak Akan Mampu Memberikan Kemadharatan Terhadap Orang Mukmin Di Sisi Allah

Adapun yang ini adalah perumpamaan yang Allah Subhanallahu wa ta’ala berikan kepada orang-orang mukmin, bahwa mereka tidak akan terpengaruh ketika berinteraksi dengan orang-orang kafir, sebagaimana firman-Nya,

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِيْ شَيْءٍ اِلَّآ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقٰىةً

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka.”
(QS. Ali ‘Imran: 28)

Qatadah berkata, “Dahulu Fir’aun adalah makhluk bumi tersombong dan paling kafir. Tapi demi Allah, kekafirannya tidak mempengaruhi istrinya yang patuh kepada Rabb-nya. Hal ini untuk mengabarkan bahwa Allah Mahabijaksana dan Mahaadil, di mana Allah tidak akan mengadzab seseorang melainkan disebabkan dosanya sendiri.”

Ibnu Jarir menuturkan dari Sulaiman, ia berkata, “Dahulu istri Fir’aun disiksa di bawah terik matahari. Apabila suaminya meninggalkannya, maka Malaikat memayunginya dengan sayapnya, dan dia melihat rumahnya di Surga.”

Ibnu Jarir juga telah meriwayatkan dari al-Qasim bin Abi Bazzah, ia berkata, “Dahulu isteri Fir’aun menanyakan siapa yang menang, maka dikatakan kepadanya bahwa yang menang adalah Musa dan Harun, Dia pun berkata, ‘Saya beriman kepada Rabb-nya Musa dan Harun.’ Fir’aun mengutus seseorang kepadanya seraya berkata, ‘Ambilkan batu yang paling besar. Apabila dia tetap pada pendiriannya maka lempar batu tersebut padanya, dan bila dia menarik pernyataan- nya, maka dia tetap istriku.’ Ketika utusan itu mendatanginya, dia pun memandang langit dan melihat rumahnya di Surga. Seketika itu juga dia tetap teguh pada pendiriannya hingga ruhnya dicabut. Dan ketika batu itu dilemparkan ke jasadnya, dia sudah tidak bernyawa, karena ruhnya telah dicabut lebih dulu.”

Firman-Nya, { رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ } “Ya Rabb- ku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya,” yakni menangkanlah diriku darinya karena saya berlindung kepada-Mu dari perbuatannya, { وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ } “Dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” Wanita itu adalah Asiyah binti Muzahim Radiyallahu ‘anha.

Firman-Nya, { وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرٰنَ الَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا} “Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya,” yakni menjaga dan melindunginya. Kata al-ihshan berarti kesucian dan kebebasan.

Firman Allah Shallallahu alaihi wa sallam, { فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا } “Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami,” yakni dengan perantaraan Malaikat Jibril. Allah Subhanallahu wa ta’ala telah mengutusnya kepada Maryam dalam wujud seperti manusia. Allah Subhanallahu wa ta’ala memerintahkannya untuk meniupkan ruh melalui lengan bajunya, lalu tiupan tersebut turun dan masuk ke dalam kemaluannya, dari situlah kehamilan Nabi Isa terjadi. Oleh karena itu Allah Subhanallahu wa ta’ala berfirman, { فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهٖ } “Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari rub (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Rabb-nya dan Kitab-Kitab-Nya,”yakni membenarkan ketentuan qadari dan ketentuan syar’i-Nya. { وَكَانَتْ مِنَ الْقٰنِتِيْنَ } “Dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.”

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Ibnu ‘Abbas Radiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah membuat empat garis di tanah dan bersabda, “Tahukah kalian apa ini?’ Mereka berkata, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Beliau bersabda:

أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ: خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ، وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ، وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ

“Perempuan-perempuan terbaik penghuni Surga adalah: Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan istri Fir’aun Asiyah binti Muzahim.”

Di dalam ash-Shahiihain, dari Abu Musa al-Asy’ari, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

كَمُلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا آسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ، وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيلد، وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيد عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

“Laki-laki yang telah mencapai kesempurnaan itu banyak, dan yang sempurna dari kaum perempuan hanyalah Asiyah istri Fir’aun, Maryam binti ‘Imran dan Khadijah binti Khuwailid. Sesungguhnya keutamaan ‘Aisyah dari perempuan yang lain seperti ats-tsarid (roti berkuah) atas makanan-makanan yang lainnya.”

Penulis telah menyebutkan jalur-jalur riwayat hadits-hadits. berikut lafazh-lafazhnya dalam pembahasan kisah Isa putra Maryam pada kitab kami yang berjudul al-Bidaayah wan Nihaayah. Segala puji hanya bagi Allah.

Inilah akhir penafsiran surat at-Tahriim. Segala puji dan anugerah hanya milik Allah.

 

 

 

 

 

 

Disalin ulang dari:  Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 9, Cetakan ke-sembilan Muharram 1435 H – November 2013 M, Pustaka Ibnu Umar Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: