Ada Yang Beda di Ahad Malam, Kegiatan Motivasi Mahasantri I’dad Du’at

Ada Yang Beda di Ahad Malam, Kegiatan Motivasi Mahasantri I’dad Du’at

Liqo maftuh, atau kegiatan evaluasi motivasi rutin mahasantri I’dad Du’at kali ini berbeda dengan biasanya. Karena kegiatan ini bukan hanya dihadiri oleh Mudir dan Bagian kesantrian I’dad Du’at tapi juga dihadiri oleh mudir dan sekretaris Yayasan Asssunnah Cirebon.

Mahasantri I’dad Du’at yang berjumlah 25 orang terlihat begitu fokus dalam mendengarkan nasihat-nasihat yang disampaikan oleh sekretaris dan mudir yayasan.

Kegiatan liqo maftuh ini begitu penting untuk dilaksanakan, mengingat dalam menuntut ilmu syar’i adakalanya di rundung rasa bosan, lelah, dan malas. Sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan menambah motivasi dan semangat kembali dalam menuntut ilmu syar’i.

Kegiatan ini rutin diadakan sebulan sekali, terkadang dilaksanakan selepas shalat asar dan terkadang juga dilaksanakan selepas sholat isya, dan kesempatan kali ini kegiatan dimulai selepas shalat isya pukul 19.45 WIB sampai dengan 21.15 WIB pada hari Ahad 6 September 2020.

Seperti biasanya kegiatan ini dilaksanakan masih di lingkungan Pondok Pesantren Assunnah yaitu di Masjid Assunnah 1.

Ada beberapa point yang disampaikan dan dinasihatkan sekretaris dan mudir Yayasan ini diantaranya yaitu:

1. Jangan sampai Mahasantri I’dad Du’at ini hanya numpang hidup saja di Pondok Pesantren Assunnah ini, tidur, makan, dan main saja tanpa ada manfaat untuk berbekal hidup dimasa mendatang.

2. Bersemangatlah dalam menuntut ilmu syar’i ini karna diantara jalan termudah dalam menggapai surga adalah dengan istiqomah menuntut ilmu syar’i.

3. Setiap penuntut ilmu mestilah mengutamakan adab dalam kehidupannya, karna seorang ulama mengatakan bahwa seorang yang berilmu dan tidak memiliki adab bagaikan api tanpa kayu bakar, diistilahkan dengan kobaran api membumbung tinggi besar namun cepat redup kembali, yang artinya seseorang membuat takjub banyak orang namun karna kurangnya adab pada dirinya membuat ilmunya tidak bermanfaat baginya, bahkan bisa menjadikan celaka baginya.

4. Mengingatkan kembali bahwa Yayasan tidak ridho bagi mahasantri yang tidak serius dalam belajar dan menuntut ilmu syar’i ini, karna program ini adalah beasiswa yang diamanahkan para donatur ke yayasan, sehingga yayasan menanggung amanah dan beban besar dalam program ini. (admin/R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: