Shalat Orang Sakit

Shalat Orang Sakit

Jika orang sakit tidak mampu berdiri dengan bersandar kepada sesuatu, hendaklah ia shalat sambil duduk. Jika ia tidak mampu duduk, hendaklah ia shalat sambil berbaring (miring di atas lambung). Jika tidak mampu, hendaklah ia shalat sambil terlentang dengan melonjor- kan kedua kakinya menghadap ke arah kiblat dan melakukan sujudnya dengan cara membungkuk lebih rendah dari rukuknya. Jika ia tidak mampu melakukan rukuknya dan sujudnya dengan cara demikian, maka lakukanlah dengan isyarat, dan ia tidak boleh meninggalkan shalatnya apa pun alasannya, berdasarkan keterangan yang dikemukakan oleh Imran bin Hushain , seraya berkata, “Aku menderita penyakit wasir, lalu aku bertanya kepada Nabi tentang shalat dan beliau menjawab

صَلِّ قائمًا ، فإن لم تستَطِع فقاعدًا ، فإن لم تستَطِعْ فعلى جَنبٍ
فإن لم تستطع فمستلقياً

 “Shalatlah kamu sambil berdiri, jika tidak mampu, maka shalatlah Kantu sambil duduk, jika tidak mampu, maka shalatlah kamu sambil berbarng (miring) di atas lambung dan jika kamu tidak mampu, maka shalatlah kamu sambil terlentang.”

Allah subhanallahu wa ta’ala  tidak akan membebani seseorang, melainkan menurut kesanggupannya.

 

 

Sumber ; Kitab Minhajul Muslim Syaikh Abu Bakar Jabir Al jajairi Edisi Indonesia, Cetakan XXIII, J. Ula 1440 H/2019 M, Darul Haq, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: