Atha Bin Abi Rabah _ Ilmu di tempat Potong rambut

Ilmu di tempat Potong rambut

Atha Bin Abi Rabah (Bagian 3)

Sungguh Allah Subhanahu wa  Ta’ala memberikan manfaat kepada banyak orang dengan ilmu Atha’ bin Abi Rabah. Di antara mereka ada yang menjadi ahli ilmu yang handal, ada yang menjadi pengusaha dan lain-lain.

Imam Abu Hanifah An-Nu’man menceritakan pengalaman beliau, “Aku pernah melakukan lima kesalahan ketika melakukan manasik di Makkah, lalu seorang tukang cukur mengajariku. Peristiwa tersebut terjadi manakala aku bermaksud menyukur rambut karena hendak menyudahi ihram, maka aku mendatangi tukang cukur, lalu aku bertanya, “Berapa upah yang harus aku bayar untuk mencukur rambut kepala?” Tukang cukur itu menjawab, “Semoga Allah memberikan hidayah kepada Anda, ibadah tidak mempersyaratkan itu, duduklah dan posisikan kepala sesuka Anda.” Akupun merasa grogi dan duduk. Hanya saja karena itu aku duduk membelakangi kiblat, maka tukang cukur tersebut mengisyaratkan aku agar aku menghadap kiblat dan akupun menuruti kata-katanya. Yang demikian itu membuatku semakin membuat aku salah tingkah. Lalu saya serahkan kepala bagian kiri untuk dipangkas rambutnya, namun tukang cukur itu berkata, “Berikan bagian kanan.” Lalu akupun menyerahkan bagian kanan kepalaku.

Tukang cukur itu mulai memangkas rambutku sementara aku hanya diam memperhatikannya dengan takjub. Melihat sikapku tukang cukur itu berkata, “Mengapa Anda diam saja? Bertakbirlah!” lalu akupun bertakbir hingga aku beranjak untuk pergi. Untuk kesekian kalinya tukang cukur itu menegurku, “Hendak kemanakah Anda?” Aku katakan, “Aku hendak pergi menuju kendaraanku.” Tukang cukur itu berkata, “Shalatlah dua rakaat dahulu baru kemudian pergi sesuka Anda.” Akupun shalat dua rakaat, lalu aku berkata pada diriku sendiri, “Tidak mungkin seorang tukang cukur bisa berbuat seperti ini melainkan dia memiliki ilmu.” Kemudian aku bertanya kepadanya, “Dari manakah Anda mendapatkan tata cara manasik yang telah Anda ajarkan padaku tadi?” Orang itu menjawab, “Aku melihat Atha’ bin Abi Rabah melakukan seperti itu lalu aku mengambil dan memberikan pengarahan kepada manusia dengannya.”

 

Sumber: Buku Mereka adalah Para Tabi’in, Kisah-kisah paling menakjubkan yang belum tertandingi hingga hari ini, Dr. Abdurrahman Ra’at Basya, At-Tibyan, Cetakan XVIII, 2016

Oleh : Ahmad Fauzi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: