Demam atau Pusing, Meletakkan Buku di Kepala Sebagai Obatnya

Demam atau Pusing, Meletakkan Buku di Kepala Sebagai Obatnya

 

Aku terkesan dengan apa yang di lakukan oleh Ibnu Taimiyyah (Seingatku Kakeknya Ibnu Taimiyyah), Ibnu Qayyim al-Jauziyyah membawakan kisah ini di dalam kitabnya Raudhatul-Muhibbīn..

 

Tatkala Kakek Ibnu Taimiyyah tertimpa demam atau pusing, ia pun meletakkan buku di kepalanya..

 

Jika ia sedang bersemangat maka iapun membacanya, dan jika sakitnya tersebut mengalahkannya maka ia meletakkannya kembali..

 

Hal ini pun tertular kepada cucunya yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah..

 

Pernah Syaikhul-Islām Ibnu Taimiyyah sakit, dokter pun berkata kepadanya:

 

إنّ مطالعتك وكلامَك في العلم يزيدُ المرض

 

“Sesungguhnya penelaahan dan pembicaraanmu tentang ilmu akan memperparah sakitmu!”

 

Maka, Syaikhul-Islām Ibnu Taimiyyah pun berkata kepada dokter tersebut:

 

لا أصبر على ذلك، وأنا أحاكمك إلى علمك، أليست النفسُ إذا فرحت وسُرّت قويت الطبيعةُ، فدَفَعت المرض؟

 

“Aku tidak bisa bersabar lagi untuk tidak membaca, Aku ingin bertanya kepadamu, “Bukankah apabila jiwa itu merasa bergembira dan bahagia (terhadap sesuatu) maka ia akan menguatkan raga, dan melindungi diri dari penyakit..?”

 

Sang dokter pun menjawab, “Iya, benar”

 

Syaikhul-Islām Ibnu Taimiyyah kembali berkata:

 

فإن نفسي تُسرُّ بالعلمِ فتقوى به الطبيعةُ، فأجدُ راحة

 

“Maka sesungguhnya jiwaku merasa bahagia dengan ilmu, jiwaku pun menjadi kuat karenanya, dan akupun mendapatkan ketenangan”

 

Dokter itu pun berujar:

 

هذا خارج عن علاجنا

 

“(Jika demikian, maka) ini diluar pengobatan kami”

 

(Selesai kutipan)..

 

Ada juga kisah yang menarik, yang kita ambil dari perjalanan seorang ulama besar ahlul hadits di abad ini yaitu Asy-Syaikh Al-‘Allaamah Muhammad Nashiruddin Al-Albānī -rahimahullāh-, sebagaimana yang termaktub di dalam kitab Shafahāt Baydhā min hayāti al-Albānī..

 

asy-Syaikh al-Albānī tertimpa penyakit di matanya, lalu asy-Syaikh al-Albānī diminta oleh dokter untuk tidak melakukan aktifitas kesehariannya (yakni membaca dan menelaah) dalam rentan waktu 6 bulan agar sakit yang di deritanya sembuh..

 

Asy-Syaikh al-Albānī pun tidak melakukan aktivitas apapun selama 2 minggu, tidak menelaah ataupun membaca buku ataupun bekerja memperbaiki jam..

Rasa malas pun perlahan mulai menghampiri dan ini sungguh sangat membahayakan diri..

 

Di dalam Perpustakaan Zhāhirī terdapat berbagai macam tulisan-tulisan, diantaranya “Dzammul-Malāhi” karya Ibnu Abid-Dunyā..

 

Diberitahukan kepada asy-Syaikh al-Albānī bahwa kitab tersebut kurang satu lembar, maka asy-Syaikh al-Albānī pun mencari, mengkaji, dan membahasnya..

 

Di bacanyalah lembaran demi lembaran kitab yang terdapat di perpustakaan, ia mencari, membahas dan membaca semua kitab-kitab yang ada di perpustakaan tersebut, sampai-sampai asy-Syaikh al-Albānī membaca lebih dari 500 jilid kitab..

 

Asy-Syaikh al-Albānī harus berdiri berjam-jam di atas tangga ketika membaca, karena ia harus menaiki tangga guna mengambil kitab yang berada di rak atas..

 

Ia pun sampai lupa dengan sakit yang di derita pada matanya tersebut karena asyiknya meneleaah dan membaca..

 

(Secara Ringkas)..

 

Lihatlah..

Bagaimana rindunya diri mereka terhadap ‘ilmu, melebihi kerinduan mereka kepada sang kekasih..

 

Bahkan ada diantara istri-istri para ulama itu yang sampai cemburu kepada kitab-kitab (buku-buku) yang senantiasa mendampingi mereka para ulama..

Karena mereka para ulama lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermesra-mesraan dengan kitab-kitab (buku-buku) mereka, sebagaimana yang bisa engkau dapatkan kisah-kisah tersebut di dalam kitab al-Musyawwiq ilal-Qirāah wa Thalabil-‘Ilmi..

 

Sungguh..

‘Ilmu itu lebih indah daripada rembulan bulan purnama dimalam yang bertaburan bintang di dalamnya..

Dan sungguh, kerinduannya Para Penuntut ‘Ilmu terhadap ‘ilmu itu lebih besar dan lebih dahsyat daripada kerinduannya seseorang kepada kekasih tercintanya..

 

Oleh : Nur Muhammad Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: