Diantara Adab Kepada Rasulullah

Diantara Adab Kepada Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam

 

Thalhah bin Muhammad bin Sa’īd bin al-Musayyib berkata:

 

دَخَلَ الْمُطَّلِبُ بْنُ حَنْطَبٍ عَلَى سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ فِي مَرَضِهِ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ فَسَأَلَهُ عَنْ حَدِيثٍ، فَقَالَ: «أَقْعِدُوني» فَأَقْعَدُوهُ قَالَ: «إِنِّي أَكْرَهُ أَنْ أُحَدِّثَ حَدِيثَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مُضْطَجِعٌ»

 

“Al-Muththalib bin Hanthab menjenguk Sa’īd bin al-Musayyib dikala sakitnya, dan dia (Sa’īd) dalam keadaan berbaring, al-Muththalib bin Hanthab pun bertanya tentang suatu hadīts, maka Sa’īd bin al-Musayyib berkata, “Dudukkanlah aku!”, al-Muththalib bin Hanthab pun mendudukkannya, lalu Sa’īd bin al-Musayyib berkata, “Sesungguhnya aku tidak suka jika aku berbicara tentang hadīts Rasūlullāh – shallallāhu ‘alaihi wa sallam – namun aku dalam keadaan berbaring”

 

[Hilyah al-Auliyā’ wa Thabaqāt al-Ashfiyā’, juz 2, hal. 169]

 

Oleh : Nur Muhammad Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: