Tafsir Surat Al-Buruuj {Bagian 2}

AL-BURUUJ, AYAT 11-22

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُ، اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ، اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُ، وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُ، ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُ، فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ، هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِ، فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَ، بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍ، وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌ، بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌ، فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ

“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung (11) Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras (12) Sungguh, Dialah yang memulai pen-ciptaan (makhluk) dan yang menghidupkannya (kembali) (13) Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih (14) yang memiliki ‘Arsy, lagi Mahamulia (15) Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki (16) Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang) (17) (yaitu) Fir‘aun dan Samud? (18) Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan (19) padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos) (20) Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur’an yang mulia (21) yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuzh).”(22)

Balasan Orang-Orang Shalih Dan Adzab Yang Keras Atas Para Musuh Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yakni Orang-Orang Kafir

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitahukan tentang hamba-hamba-Nya yang beriman bahwa, { لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ} “Mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai titik “berbeda dengan azab neraka yang dijanjikan oleh Nya terhadap para musuh-musuhnya. Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,                   {ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُ } “Itulah kemenangannya agung.”

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, { اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ} “Sungguh adzab Rabb-mu sangat keras.” Yakni, sesungguhnya adzab dan balasan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya yang mendustakan Rasul-Rasul-Nya dan yang menentang perintah-Nya, pastilah sangat pedih dan keras. Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah pemilik kekuatan yang tangguh. Apa yang dia kehendaki pasti terwujud dalam sekejap mata atau lebih cepat lagi.

Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman { اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُ} “Sesungguhnya dialah yang memulai penciptaan makhluk Dan yang menghidupkannya kembali.” Yakni, dari kekuatan dan kekuasaan-Nya yang sempurna. Dia memulai penciptaan dan menghidupkannya kembali sebagaimana Dia memulainya tanpa ada yang menghalangi dan mencegah-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, { وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُ} “Dan dialah yang Maha pengampun lagi maha pengasih.” Yakni, dia mengampuni dosa apapun dari orang yang bertaubat kepada-Nya dan tunduk merendahkan diri dihadapan-Nya.

Mengenai lafazh الْوَدُوْدُ Ibnu ‘Abbas radhiallahu Anhuma dan yang lainnya menafsirkannya, “Yakni Dzat yang Maha Penyayang.”

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala { ذُو الْعَرْشِ} “Yang memiliki ‘Arsy,” yakni Pemilik ‘Arsy yang besar dan tinggi di atas seluruh makhluk.

Mengenai lafazh الْمَجِيْدُ “Yang Maha Mulia.” Ada dua cara membaca kalimat dalam ayat ini:

Pertama, dibaca rafa’ (dhammah), karena kata tersebut menjadi sifat dari lafazh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kedua, dibaca jarr (kasrah), karena kata tersebut menjadi sifat dari kata ‘Arsy.

Kedua cara tersebut sama-sama benar.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman { فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ} “Maha Kuasa berbuat apa yang dia kehendaki.” Yakni apa pun yang hendak Allah perbuat, tidak ada yang menggugat segala ketetapan-Nya. Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat karena keagungannya keperkasaannya kebijaksanaannya dan keadilannya.

Ini sebagaimana yang kami meriwayatkan dari Abu Bakar As Shiddiq radhiallahu Anhu bahwa ia ditanya ketika ia sedang sekarat “Apakah engkau sudah diobati oleh dokter?” Abu Bakar menjawab, “Sudah.” Ia ditanya lagi, “Lalu apa yang ia katakan kepadamu?” Abu Bakar menjawab, “Sang dokter berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya Aku Mahakuasa berbuat apa yang Aku kehendaki.'”

Selanjutnya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, { هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِ فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَ} “Sudah sampaikah kepadamu berita tentang bala tentara (penentang). Yaitu Fir’aun dan kaum Tsamud?” Apakah sudah sampai berita kesengsaraan dan malapetaka yang ditimpakan oleh Allah kepada mereka? tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya.

Ayat ini merupakan suatu penegasan atas firman Allah Subhanahu wa ta’ala { اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ } “Sungguh azab Tuhanmu sangat keras.” Yakni apabila Allah menyiksa orang yang berbuat aniaya, maka dia menyiksanya dengan siksaan yang sangat pedih, yakni siksaan dari Dzat Yang Mahaperkasa lagi Maha Berkuasa.

Selanjutnya firman Allah Subhanahu wa ta’ala { بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍ} “Memang orang-orang kafir selalu mendustakan yakni mereka selalu berada dalam keraguan, kebimbangan, kekufuran, dan pembangkangan. { وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌ} “Padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos).” Yakni Allah Maha Berkuasa atas mereka dan Mahaperkasa. Mereka tidak akan lolos dan tidak bisa lari dari-Nya.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, { بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌ} “Bahkan yang didustakan itu ialah Al-Quran yang mulia,” yakni yang agung dan mulia. { فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ} “Yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (al-Lauhul Mahfudz),” yakni, Al-Quran itu tersimpan di tempat yang tertinggi, terjaga dari kekurangan dan kelebihan, serta dari penyelewengan dan pemalsuan.

Demikianlah akhir tafsir surat al-Buruuj. Hanya milik Allah Subhanallahu wa ta’ala lah segala puji dan anugerah.

 

 

 

 

 

 

 

Disalin ulang dari:  Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 9, Cetakan ke-sembilan Muharram 1435 H – November 2013 M, Pustaka Ibnu Umar Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: