Syarah Kalimat Basmalah

Syarah Kalimat Basmalah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

 

1. بِسْم

Penulis rahimahullah memulai kitabnya dengan bismillah guna mengikuti Kitabullah Al-qur’an, dimana Al-qur’an dimulai dengan basmallah. Disamping itu penulis juga mengikuti hadits,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya).

Penulis juga mencontoh perbuatan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, dimana beliau men1gawali tulisan-tulisannya dengan basmallah.

Kalimat jar dan majrur1 ini berkaitan dengan kata yang terhapus, yaitu sebuah kata kerja yang lebih akhir yang sesuai denga1n keadaan. Dengan penafsiran, dengan nama Allah saya menulis atau saya menyusun kitab. Kami 1menafsirkannya dengan kata kerja, karena pada darsarnya amalan itu adalah perbuatan. Dan kami menafsirkannya sebagai kata kerja yang lebih akhir guna untuk dua faedah

Pertama, mengharapkan berkah dari memulai dengan menyebut nama Allah ‘azza wa jalla.

Kedua, untuk pembatasan atas nama Allah saja, karena mendahulukan susunan kta itu menunjukkan pembatasan.

Kami menafsirkan bahwa kata kerja tersebut harus sesuai, karena hal tersebutlah yang dapat menjelaskan maksud. Sekiranya kita menyatakan ketika kita imangin membaca, namun kita hanya mengatakan “Dengan menyebut nama Allah kami memulai” , maka tidak diketahui apa yang akan kita mulai. Akan tetapi jika kita mengatakan, “Dengan nama Allah saya membaca”, maka perkataan ini dapat menjelaskan maksud perbuatan yang dimulai dengan menyebut nama Allah tersebut.

 

2. ٱللَّٰهِ

Allah adalah nama untuk Sang Pencipta, Yang Maha Agung dan Maha Luhur. Allah adalah nama yang diikuti oleh seluruh nama lain. Karena itu dalam firman Allah,

، الر ۚكِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

، اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗوَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih.” (QS. Ibrahim {14}; 1-2).

Kami tidak mengatakan bahwa ;afal jalalah “Allah”  pada ayat diatas adalah sifat, akan tetapi ‘athaf bayan (penggabungan yang berfungsi menjelaskan) agar ayat tersebut tidak menjadi tabi’ sebagaimana na’at lil man’ut.

 

3. الرَّحْمنِ

  Ar-Rahman, adalah salah satu nama yang dikhususkan bagi Allah ‘azza wa jalla dan tidak boleh digunakan untuk menyebut selain nama-Nya. Ar-Rahman memiliki makna sifat kasih sayang yang luas.

 

4. الرَّحِيم

Ar-Rahim , adalah nama yang dap;at digunakan untuk menyebut Allah ‘azza wa jalla dan yang lainnya. Adapun maknanya adalah yang memiliki sifat kasih saying yang terus menerus.

Ar-Rahman adalah yang memiliki kasih saying yang luas, sedangkan Ar-Rahim adalah yang memilikikasih saying terus menerus. Apabila kedua kata tersebut disandingkan, maka Ar-Rahim memiliki makna yang memiliki sifat kasih saying kepada siapa saja di antara para hamba-hambaNya. Sebagaimana firman Allah ‘azza wa jalla,

 یُعَذِّبُ مَنۡ یَّشَآءُ وَ یَرۡحَمُ مَنۡ یَّشَآءُ ۚ وَ اِلَیۡہِ تُقۡلَبُوۡنَ

“Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.”  [QS. Al-Ankabut ; 21].

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: