Penuh Sesak, Ribuan Orang Hadiri Tabligh Akbar Ustadz Badrussalam di Yayasan As-Sunnah Cirebon

CIREBON (assunnahcirebon.com) – Ribuan jamaah memadati Masjid Komplek Yayasan As-Sunnah Cirebon, Sabtu sore (18/1/2020). Para jamaah yang datang dari wilayah III Cirebon ini datang dalam rangka mendengarkan kajian yang diisi oleh Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc.

Mengambil tema tentang “Musibah”, Ustadz Badrussalam menyampaikan kepada jamaah bahwa musibah yang terjadi, seharusnya menjadi pengingat bahwa hidup di dunia ini tidaklah lama. Musibah juga merupakan salah satu tanda-tanda peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Lebih lanjut, Ustadz Badrussalam menyampaikan bahwa musibah yang menimpa, bisa jadi merupakan tanda kebaikan yang Allah berikan kepada hamba-Nya, tentu jika hamba tersebut ridha dan ikhlas menerima apa yang telah menjadi ketetapan dari Allah. Ustadz Badru lalu mengutip sebuah hadits :

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi).

Selain berupa ujian, musibah juga bisa jadi merupakan sanksi dari Allah kepada hamba-Nya. Hal itu bisa diketahuii dari bagaimana seseorang menyikapi musibah yang menimpanya. Jika seseorang ditimpa musibah, lalu dia tidak bersabar, mengeluh kepada manusia, maka hakikatnya itu adalah sanksi. Diberi musibah malah berburuk sangka pada Allah.

Bersabar Atas Ujian

Ada kalanya musibah itu datang untuk mengangkat derajat manusia. Salah satu cirinya adalah jika ujian datang, maka hatinya tenang dan ridho dengan ketentuan Allah terkait musibah yg menimpanya.

Meskipun terdengar mudah, namun dalam prakteknya  sabar justru terasa sulit dilakukan. Lalu bagaimana agar kita kita bersabar?

Pertama kata ustadz Badru, hendaknya seorang hamba menyadari bahwa tidak ada satu musibah pun yg menimpa seorang muslim, kecuali itu akan menggugurkan dosa.

Kedua, tanamkan juga pada diri kita bahwa pahala sabar itu begitu besar.

Ketiga, hendaknya seorang hamba berdoa agar dikaruniai kesabaran, sambil berusaha untuk menghadirkan kesabaran.

Keempat, hadirkan keyakinan bahwa Allah mencintai orang yang sabar. Ustadz  Badrussalam lalu mengutip ayat dalam surat Al-Baqarah ayat 155-156 dimana Allah berfirman :

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ () الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar . (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS Al-Baqarah 155-156)

Musibah Ada Dua Macam

Musibah yang menimpa seorang hamba terbagi menjadi dua, ada musibah yang menimpa dunia dan menimpa agama. Musibah yg menimpa dunia, bisa jadi menjadi penggugur dosa. Adapun musibah dalam hal agama, Nabi berlindung kepada Allah dari hal tersebut.

Hal itu dikarenakan musibah yg menimpa agama bisa menuntun pada kebinasaan. Seseorang  yang ditimpa musibah agama, akan menjadi orang  yang gemar bermaksiat dan cinta dunia.

Setelah pemaparan materi selesai, kajian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kajian ditutup sesaat sebelum adzan maghrib dikumandangkan. (chafidz/adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: