Meneladani Akhlak Generasi Terbaik

Oleh : Kang Diding

 

Pembahasan mengenai akhlak merupakan satu hal yang sangat penting. Karenanya, banyak sekali para ulama yang menuliskan buku yang berkaitan dengan tema ini. Diantaranya adalah sebuah kitab berjudul “Aina Nahnu Min Akhlaqi As-Salaf”.

 

Buku yang ditulis oleh Syaikh Abdul Aziz bin Nashir al-Julailu dan Syaikh Baha’udin bin Fatih Uqail ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dengan judul “Meneladani Akhlak Generasi Terbaik”, buku ini diterbitkan oleh Pustaka Darul Haq, Syawwal 1432 H.

 

Dalam mukaddimahnya, penulis menyebut bahwa kebangkitan Islam dan orientasinya, mengarah kepada karakter dan petunjuk dari para pendahulu ummat ini. Hal ini bisa dilihat dari segala track record dari generasi terbaik dari umat ini.

 

“Para ulama kita memasukan akhlak ke dalam pondasi ahlussunnah wal jama’ah, seperti tertulis dalam kitab Al Aqidah Al Washitiyah tulisan Ibnu Taimiyah, Al Aqidah Athahawiyah, dan buku lainnya”, demikian selanjutnya yang disampaikan oleh penulis.

 

Penulis juga mengungkapkan bahwa Imam As Shabuni dalam membakukan pokok-pokok akidah salaf menuliskan bahwa “Mereka saling menasehati untuk melaksanakan shalat malam sesudah tidur, untuk menyambung tali persaudaraan dalam setiap kondisi, menebarkan salam, memberi makan faqir miskin, menyayangi faqir miskin dan anak-anak yatim, memperhatikan urusan kaum muslimin, memelihara kehalalan makanan, minuman dan pakaian, serta memelihara kemaluan, beraktifitas dan berusaha mengamalkan kebajikan, melakukan amar maruf nahi munkar, bersegera melakukan kebajikan, takut mendapatkan siksa akibat ketamakan serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran”.

 

Pokok-pokok yang dituliskan oleh Al-Imam Ash-Shabuni ini merupakan akhlak yang telah dicontohkan oleh para ulama dari generasi terbaik, lanjut penulis.

 

Penulis juga dengan lugas mengutip kabar dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah;

 

أَكْمَلُ المُؤمِنِينَ إِيمَاناً أَحسَنُهُم خُلُقاً

 

“Kaum Mukminin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya”, (HR Bukhari dan Muslim).

 

Jadi, menurut penulis, metode generasi terdahulu itu mencakup dua sisi sekaligus, sisi akidah dan sisi akhlak.

 

Di akhir penutup tulisan pembukaanya, Penulis mengungkapkan bahwa dalam karya beliau ini beliau tidak banyak menulis komentar, beliau hanya mengumpulkan riwayat-riwayat. Mengapa demikian? Karena riwayat-riwayat itu sudah mengandung komentar dengan sendirinya tentang kandungan isi didalamnya.

 

Seperti diketahui bahwa pembahasan akhlak pada zaman ini sangat diperlukan. Karena itulah, kami akan menuliskan hal-hal yang berkaitan seputar akhlak generasi terdahulu secara berseri, Insya Allahu Ta’ala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *